Mendorong Digitalisasi Kampus: Perancangan Sistem Informasi MBKM di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Jakarta, 25 Juli 2025 : Di era transformasi digital seperti saat ini, perguruan tinggi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi adalah menghadirkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas melalui berbagai kegiatan seperti magang, riset, pertukaran mahasiswa, hingga proyek sosial.

Sejalan dengan implementasi kebijakan tersebut, sebuah penelitian dilakukan untuk mendukung pengelolaan program MBKM secara lebih efektif di lingkungan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya). Penelitian yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma” oleh Tata Sumitra, S.Kom., M.Kom. bersama tim peneliti dari Unsurya.

Tantangan dalam Pelaksanaan MBKM

Program MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, terutama melalui kegiatan magang di dunia industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam lingkungan kerja nyata.

Namun, dalam praktiknya pelaksanaan kegiatan MBKM masih menghadapi beberapa tantangan. Informasi terkait program magang sering kali tersebar di berbagai unit kerja dan belum terintegrasi dalam satu sistem yang mudah diakses. Akibatnya, mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam mencari informasi, melakukan pendaftaran, maupun menyampaikan laporan kegiatan magang.

Tidak hanya mahasiswa, dosen pembimbing dan pihak mitra industri juga menghadapi kendala dalam memantau perkembangan kegiatan mahasiswa secara efektif. Proses administrasi yang masih dilakukan secara manual menyebabkan pengelolaan data menjadi kurang efisien.

Melihat kondisi tersebut, diperlukan sebuah solusi digital yang mampu mengintegrasikan seluruh proses pelaksanaan MBKM dalam satu sistem informasi.

Merancang Sistem Informasi MBKM Berbasis Web

Melalui penelitian ini, tim peneliti merancang sebuah sistem informasi MBKM berbasis web yang dapat digunakan oleh berbagai pihak yang terlibat dalam program MBKM, mulai dari mahasiswa, dosen pembimbing, hingga mitra industri.

Sistem ini dirancang menggunakan metode Waterfall, yaitu pendekatan pengembangan sistem yang dilakukan secara bertahap mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, hingga pengujian. Dengan pendekatan ini, pengembangan sistem dapat dilakukan secara terstruktur sehingga menghasilkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Melalui sistem ini, mahasiswa dapat melakukan berbagai aktivitas secara digital, seperti:

  • Mengakses informasi mengenai program MBKM
  • Mendaftar kegiatan magang
  • Mengunggah dokumen dan CV
  • Mengisi logbook kegiatan selama magang
  • Mengunggah laporan akhir kegiatan

Sementara itu, dosen pembimbing dapat memantau aktivitas mahasiswa serta memberikan arahan melalui sistem yang sama. Pihak mitra industri juga dapat berpartisipasi dalam memantau dan mengevaluasi kegiatan mahasiswa secara langsung.

Mendukung Transformasi Digital di Lingkungan Kampus

Pengembangan sistem informasi MBKM ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong digitalisasi layanan akademik di lingkungan perguruan tinggi. Dengan adanya sistem yang terintegrasi, proses administrasi menjadi lebih efisien, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh pihak yang terlibat.

Sebagai salah satu luaran dari penelitian ini, telah dikembangkan website sistem informasi MBKM Unsurya yang dapat diakses secara online dan digunakan sebagai sarana pengelolaan kegiatan MBKM secara terpadu.

Melalui sistem ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih mudah mengikuti program MBKM serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Langkah Menuju Kampus Digital

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi memiliki peran penting dalam mendukung implementasi kebijakan MBKM di perguruan tinggi. Dengan sistem informasi yang terintegrasi, proses pengelolaan kegiatan mahasiswa dapat dilakukan secara lebih efektif dan terstruktur.

Ke depan, sistem ini masih dapat terus dikembangkan dengan berbagai fitur tambahan, seperti integrasi dengan sistem akademik kampus, analisis data kegiatan mahasiswa, serta peningkatan pengalaman pengguna (user experience).

Melalui inovasi seperti ini, diharapkan perguruan tinggi dapat terus bertransformasi menjadi kampus digital yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Scroll to Top