Manajemen Jaringan Komputer

Telah di Baca 243 kali

Manajemen jaringan adalah sebuah pekerjaan untuk memelihara seluruh sumber jaringan dalam keadaan baik, karena saat ini jaringan sangat kompleks, dinamik dan terdiri atas komponen yang tidak dapat diandalkan 100%, peralatan yang baik diperlukan untuk mengelola jaringan tersebut. Manajemen Jaringan juga menerapkan kemampuan untuk memonitor suatu jaringan, mengontrol suatu jaringan dan merencanakan(planning) sumber(resources) serta komponen sistem dan jaringan komputer dan komunikasi. Fungsi Manajemen pada Jaringan Komputer

Manajemen kesalahan (Fault Management), yang mengelola kesalahan jaringan dan memperbaikinya.

Manajemen perlengkapan (device management), yang menangani berbagai macam peralatan jaringan.

Manajemen Konfigurasi (Configuration Management), yaitu yang mengawasi perubahan yang terjadi pada jaringan.

Manajemen Kinerja (performance management), yaitu memantau kerja jaringan.

Manajemen Sejarah (history management), yaitu mencatat kegagalan dan keandalan peralatan.

Accounting, yaitu mencatat penggunaan resources.

Keamanan (security), yang mencegah penggunaan resources secara tidak sah.

Jangkauan, yaitu menangani jaringan yang besar.

Merawat dan meng-upgrade software.

Remote access, yaitu melaksanakan manajemen dari berbagai lokasi.

Definisi Manajemen Jaringan Komputer

Manajemen jaringan komputer merupakan kemampuan untuk mengontrol dan memonitor sebuah jaringan komputer dari sebuah lokasi. The International Organization for Standardization (ISO) mendefinisikan sebuah model konseptual untuk menjelaskan fungsi manajemen jaringan.

Manajemen Kesalahan (Fault Management), menyediakan fasilitas yang memungkinkan administrator jaringan untuk mengetahui kesalahan (fault) pada perangkat yang dikelola, jaringan dan operasi jaringan, agar dapat segera menentukan apa penyebabnya dan dapat segera mengambil tindakan.untuk itu manajemen kesalahan memiliki mekanisme untuk :
Melaporkan terjadinya kesalahan.
Mencatat laporan kesalahan (logging).
Melakukan diagnosis.
Mengoreksi kesalahan (dimungkinkan secara otomatis).
Menajemen konfigurasi (configuration management), memonitor informasi konfigurasi jaringan sehingga dampak dari peragkat keras ataupun lunak tertentu dapat dikelola dengan baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan kemampuan inisialisasi, kofigurasi ulang, pengoperasian, dan mematikan perangkat yang dikelola.
Laporan (accounting), mengukur utilisasi jaringan dari pengguna atau grup tertentu untuk :
Menghasilkan informasi tagihan (billing).
Mengatur pangguna atau grup.
Membantu dalm menjaga performa jaringan pada level tertentu yang dapat diterima.
Manajemen performa (performance management), mengukur berbagai aspek dari performa jaringan termasuk pangumpulan dan analisis dari data statistik sistem sehingga dapat dikelola dan dipertahankan pada level tertentu yng dapat diterima. Untuk itu,manejemen performa memiliki kemampuan untuk :
Memperoleh utilisasi dan tingkat kesalahan dari perangkat jaringan.
Mempertahankan performa pada level tertentu dengan memastikan perangkat memiliki kapasitas yang mencukupi.
Manajemen keamanan (security management), mengatur akses kesumber daya jaringan sehingga informasi tidak dapat diperoleh tanpa izin. Hal tersebut dilakukan dengan cara :
Membatasi akses ke sumber daya jaringan.
Memberi pemberitahuan akan adanya usaha pelanggaran dan pelanggaran keamanan.

Kegunaan Manajemen Jaringan Komputer

Sesuai dengan standar ISO untuk manajemen jaringan, terdapat 5 kegunaan utama pada sistem manejemen jaringan komputer :

Performa jaringan.
Konfigurasi sistem.
Manejemen terhadap gangguan.
Keamanan jaringan logik.
Keamanan infrastruktur jaringan fisik.

Definisi Simulator Jaringan Komputer

Simulasi jaringan merupakan virtual reality simulation yang digunakan untukmenirukan tabiat dari proses dan sistem jaringan sesuai dengan dunia nyata. Berbagai percobaan dapat dilakukan dengan mengubah model pada simulasi. Penggunaan simulasi dapat membantu untuk menguji hal yang terlalu beresiko jika dilakukan secara nyata.

1.4 Contoh-contoh Simulator Jaringan Komputer Dan Perbedaannya

Simulator Network GNS3

Adalah sebuah program graphical network simulator yang dapat mensimulasikan topologi jaringan yang lebih kompleks dibandingkan dengan simulator lainnya.

Prinsip kerja dari GNS3 adalah mengemulasi Cisco IOS pada komputer anda, sehingga PC anda dapat berfungsi layaknya sebuah /beberapa router bahkan Switch, dengan cara mengaktifkan fungsi dari ethernetswitch card. GNS3 memiliki beberapa komponen, yaitu

Dynamips merupakan software yang dibuat oleh Christophe Fillot.
Dynagen dibuat oleh Greg Anuzelli merupakan program front-end untuk dynamips yang berfungsi untuk menyederhanakan konfigurasi dynamips.
Qemu merupakan aplikasi emulator yang mengandalkan translasi binary untuk mencapai kecepatan yang layak saat berjalan diarsitektur komputer house.
WinPCAP adalah tool standard yang digunakan pada industri untuk mengakses link-layer network pada lingkungan kerja windows.
VPCS merupakan emulator PC/node.

Packet Tracer

Packet tracer merupakan program simulasi jaringan yang sangat berguna, terutama jika kita ingin mempelajari kinerja jaringan pada peralatan CISCO. Dengan adanya packet tracer kita dapat mempermudah melakukan desain dan pelajaran jaringan komputer. Dalam progrm ini telah tersedia beberapa komponen-komponen atau alat-alat yang sering dipakai atau digunakan dalam sistem network tersebut misalkan contoh seperti kabal LAN (cross over,console,dll), HUB, SWITCHES, ROUTER dll. Sehingga kita dapat dengan mudah membuat simulasi jaringan komputer di dalam PC anda, simulasi ini berfungsi untuk mengetahui cara kerja pda tiap-tiap alat tersebut dan cara pengiriman sebuah pesan dari komputer satu ke komputer lain dapat di simulasikan juga disini.

Wireshark

Wireshark merupkan salah satu network analisis tool, atau disebut juga dengan protocol analysis tool atau packet sniffer. Wireshark dapat digunakan untuk troubleshooting jaringan,analisis,pengembangan software dan protocol, serta untuk keperluan edukasi. Packet sniffer sendiri diartikan sebagai sebuah program atau tool yang memiliki kemampua untuk ‘mencegat’dan melakukan pencatatan terhadap traffic data dalam jaringan. Selama terjadi aliran data dalam, packet sniffer dapat menangkap protocol data unit (PDU), melakukan decoding serta melakukan analisis terhadap isi packet berdasarkan spesifikasi RFC atau spesifikasi-spedifikasi yang lain. Wireshark sebagai salah satu packet sniffer di program sedemikian rupa untuk mengenali berbagai macam protokol jaringan. Wireshark mampu menampilkan hasil enkapsulasi dan filed yang ada dalam PDU.

Pentingnya Manajemen Infrastruktur Teknologi Informasi

Sebelum mengetahui seberapa pentingnya manajemen infrastruktur Teknologi Informasi (TI) kita harus mengetahui terlebih dahulu, apa itu manajemen infrastruktur Teknologi Informasi. Manajemen infrastruktur Teknologi Informasi mewakili dirinya dalam banyak cara, salah satunya dari pengawasan virus-virus untuk peralatan survei untuk pertanda jika upgrade sudah dekat. Tujuan dari manajemen infrastruktur TI adalah untuk mencapai efektivitas dari keseluruhan proses TI, kebijakan, data, sumber daya manusia, peralatan dan lainnya.

Make smarter IT decisions
Jika Anda belum mengelola dan memantau infrastruktur TI Anda, kemungkinan Anda tidak tahu bagaimana kinerja lingkungan TI Anda sendiri. Dengan mengelola lingkungan TI, Anda dapat mendeteksi kapan harus mengubah dan memperbaharui sebuah sistem, dan kapan Anda harus mengurangi risiko.

Limit disasters
Masalah dapat terjadi meskipun Anda telah mengambil semua tindakan pencegahan yang tepat, namun dengan menerapkan manajemen infrastruktur TI dengan benar, Anda dapat mengurangi terjadinya masalah dan meminimalisir kerusakan yang terjadi.

Improve user experience
Dengan menyadari keadaan infrastruktur TI Anda setiap saat, Anda dapat membuat pengalaman yang lebih baik untuk pengguna akhir Anda. Anda dapat mencegah downtime yang terjadi secara tiba-tiba, dan mengendalikannya jika diperlukan. Ketika downtime diperlukan, baik untuk pemeliharaan dan keperluan lainnya, Anda dapat mengingatkan pengguna akhir Anda terlebih dahulu sehingga tidak akan ada ketidaknyamanan.

Keep productivity flowing

Jika data hilang, terhapus, atau rusak, Anda dapat mengembalikannya jika Anda telah membuat keputusan yang tepat dari perspektif manajemen infrastruktur TI. Dengan membangun cadangan pada infrastruktur TI Anda, Anda akan dapat mengambil dan mengembalikan data perusahaan, sehingga pengguna akhir dapat mempertahankan akses informasi yang mereka butuhkan untuk terus bekerja tanpa gangguan.

Reduce costs

Ketika sesuatu tak terduga terjadi, biaya tak terduga pun akan terjadi. Jika Anda tidak mengatur infrastruktur TI Anda, Anda tidak akan bisa memprediksi atau mengatur biaya tersebut. Dengan bersikap proaktif dan mengatur infrastruktur Anda sebelumnya, Anda dapat menghemat uang perusahaan Anda.

Share entrepreneurship

Telah di Baca 243 kali