Menggapai Keberhasilan dari Rumus Perkalian Berulang

Telah di Baca 1307 kali

Tatasumitra.Com Salah satu bagian dari pelajaran matematika adalah rumus eksponensial atau perkalian berulang. Berangkat dari pengamatan atas rumus eksponensial itulah, Gordon E Moore, pakar dari Amerika Serikat, menerbitkan hasil pengamatannya di majalah Electronics edisi 19 April 1965, sebagaimana warta lamanIntel.com dan Bloomberg.com edisi Rabu (22/4/2015). Menurut dia, melalui pengamatannya, transistor yang menjadi komponen paling dasar dari mikroprosesor akan menurun dalam hal biaya pembuatan dan meningkat dalam hal kinerja pada tingkatan eksponensial tersebut.

Hasil pengamatannya itu dipublikasikan tiga tahun sebelum pria kelahiran 3 Januari 1929 itu mendirikan perusahaan teknologi informasi, Intel. Menurut Country Manager Intel Indonesia, Harry K Nugroho, dalam catatannya pada Jumat (24/4/2015) kemarin, banyak perangkat yang digunakan orang sehari-hari, kini, didukung oleh mikroprosesor yang terdiri dari transistor. Biaya perangkat ini telah menurun secara drastis dengan peningkatan dalam kinerja dan efisiensi energi. “Berkat Hukum Moore, mereka telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Telepon dan jam tangan telah menjadi cerdas, dan mobil pun telah berubah menjadi komputer berjalan,” kata Harry.

Menurut dia, pengaruh Hukum Moore sudah menunjukkan betapa kontrasnya mikroprosesor pertama di dunia, 4004, yang dirilis pada tahun 1971 dengan prosesor Intel Core i5 yang ada saat ini. “Jika ponsel Android berbasis Intel dikembangkan menggunakan teknologi tahun 1971, mikroprosesor telepon saja akan menjadi sebesar ukuran lapangan parkir. Cobalah untuk selfie dengan perangkat seperti itu,” kata Harry.


Sementara itu, jika dibandingkan dengan mikroprosesor pertama Intel, Intel 4004, prosesor Intel 14nm yang ada saat ini memberikan 3.500 kali kinerja, dengan 90.000 kali efisiensi serta biaya yang hanya mencapai 1 berbanding 60.000. “Hukum Moore adalah sebuah aspirasi, bukan merupakan hukum alam. Hal ini memungkinkan bagi kekuatan manusia untuk mendorong hukum dasar fisika. Hari ini, pabrik Intel menghasilkan lebih dari 10 miliar transistor setiap detik yang menjadi kekuatan perangkat menakjubkan yang melayani kebutuhan miliaran orang di seluruh dunia,” kata Harry.

Transistor semikonduktor pertama adalah seukuran penghapus di ujung pensil. Berkat Hukum Moore, lebih dari enam juta tri-gatetransistor saat ini bisa muat dalam sebuah titik pada akhir kalimat ini. Transistor hari ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Untuk bisa melihat satu transistor, seseorang harus memperbesar cip sampai dengan seukuran rumah. “Hari ini, semangat inovasi yang semakin menjalar, salah satunya berkat Hukum Moore terus mengubah bukan hanya dalam sektor industri teknologi, melainkan juga dunia. Hukum Moore terus mendorong kemajuan yang sangat pesat dalam teknologi komputasi untuk memberikan manfaat ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan perubahan sosial,” pungkas Harry.

Repro: edukasi.kompas.com

Share entrepreneurship

Telah di Baca 1307 kali