Pemerataan Guru di Daerah Masih Belum Tuntas

Telah di Baca 1960 kali

Jainal-AripinBorneo Selatan (Dikdas): Hingga kini, pemerataan tenaga pendidik masih menjadi persoalan pelik terutama di daerah pedesaan. Guru lebih banyak memilih mengajar di sekolah-sekolah yang berada di kawasan perkotaan. Sementara di desa yang serba minim fasilitas, banyak guru tak betah mengabdi sehingga memutuskan pindah ke kota.

Fenomena ini turut dirasakan Jainal Aripin, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Borneo Selatan, Kalimantan Tengah. Bahkan, dalam survei yang pernah dilakukan, ia menemukan ada sebuah sekolah dengan jumlah siswa sekitar 85 orang ditangani oleh sedikit guru yang masih berstatus kontrak. “Kepala sekolahnya juga hampir pensiun,” ungkapnya, Kamis, 9 Oktober 2014.

Persoalan belum selesai sampai di situ. Ketika permintaan guru untuk pindah mengajar ke kota disetujui, Pemerintah Daerah melupakan komposisi dan jumlah guru di sekolah-sekolah yang ditinggalkan. Kepindahan itu begitu mudah lantaran ada kedekatan antara guru dengan pejabat yang berwenang melakukan pemindahan. Akhirnya harapan akan terjadinya pemerataan tenaga pendidik antara desa dan kota pupus.

“Guru-guru yang ditugaskan di sana seharusnya menetap. Dipindah dan disetujui oleh Pemerintah Daerah,” ujar Jainal. Ia menyayangkan berbagai pertimbangan dan masukan dari Dewan Pendidikan sering dianggap angin lalu oleh Pemda.

Bantuan Sosial

Jainal bersyukur Dewan Pendidikan Kabupaten Borneo Selatan tahun ini mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dana tersebut digunakan untuk menyelenggarakanworkshop dan sosialisasi kepada Komite Sekolah dan Kepala Sekolah di wilayahnya.

Kadang ia turut menyelesaikan persoalan yang terjadi di antara Komite Sekolah dan Kepala Sekolah, seperti penggunaan dan pelaporan dana Bantuan Operasional Sekolah. “Setiap pergantian tahun anggaran sekolah, selalu ada pergantian ketua Komite,” ucap Jainal. “Kadang-kadang ketua Komite yang baru kurang mengerti dengan fungsi dan tugasnya.”

Jainal juga mendorong penggunaan anggaran BOS dilakukan secara transparan. Pemanfaatan dana BOS diumumkan di papan tulis depan sekolah agar orang tua siswa juga tahu pemanfaatan BOS. “Yang ingin mengetahui penggunaan dana BOS, baik dari Provinsi maupun Pusat, mudah mengetahuinya,” tegasnya.* (Billy AntoroTata Sumitra)

Share entrepreneurship

Telah di Baca 1960 kali