JK: Gagasan Ahok Bisa Bikin Rumah Tangga Orang Kacau Balau

Telah di Baca 776 kali

Kabar24.com, JAKARTA — Mengomentari gagasan Ahok soal jam sekolah lebih siang, JK mengatakan hal itu akan membuat rumah tangga orang kacau balau.

Menurut JK, rata rata rumah tangga di Jakarta, suami-istri adalah pasangan profesional yang meninggalkan rumah pada pagi hari untuk bekerja. Lantas siapa yang mempersiapkan anak anak sekolah sebelum berangkat, jika anak masuk sekolah lebih siang?

Beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sempat menyarankan agar jam masuk sekolah diubah menjadi pukul 09.00 pagi, dari sebelumnya pukul 06.30 pagi.

“Bisa amburadul itu rumah tangga orang,” kata JK, Wakil Presiden periode 2004-2009.

“Karena ibu-bapaknya sudah berangkat kerja sedangkan anaknya masih tidur karena masuknya jam 9 pagi. Setelah ditinggal pergi kerja oleh orang tuanya, siapa yang mengurus anak anak itu di belakang?” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kabar24.com, Sabtu (29/3/2014).

Jusuf Kalla mengatakan agar Ahok mempertimbangkan baik-baik kebijakan yang akan diterapkannya itu. Jangan sampai perubahan tersebut justru lebih banyak ‘mudarat’ daripada manfaatnya.

Menurut JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, tidak mudah mengubah ritme hidup anak anak dan keluarganya yang sudah terbiasa bangun subuh. Lagipula, anak anak memang harus dibiasakan bangun pagi. Khawatirnya kalau masuknya siang, anak anak Indonesia bisa jadi malas bangun pagi.

“Apa jadinya bangsa kita kalau anak anak jadi pemalas semua?” ujarnya.

JK yang juga pemilik Sekolah Islam Moderen Athirah yang terbesar di Makassar itu, menanggapi rencana Ahok tersebut karena mengkhawatirkan dampaknya kepada anak anak sekolah di Jakarta.

Menurut dia, tingkat kesegaran berpikir anak-anak pada pagi hari jauh lebih bagus ketimbang siang. Jadi kalau jam masuk atau jam belajarnya diubah yang rugi bangsa ini, karena daya serap pelajaran anak anak bisa berkurang

“Kalau anak anak sekolah masuknya jam 9, pulangnya mau jam berapa, bisa kelaparan semua.”

Biasanya juga anak anak sekolah kalau pagi ikut kendaraan orang tuanya dan mereka ada waktu saling berkomunikasi selama dalam perjalanan. Kalau mereka nasuk jam 9 anak-anak dan orangtuanya kehilangan waktu sangat berharganya untuk saling berkomunikasi.

Menurut JK, kalau masalahnya di kemacetan maka yang utama harus dilakukan di DKI Jakarta adalah membenahi sistem transportasi publik, jalan-jalan atau subway ditingkatkan, bus dan kereta digandakan.

Sedangkan dalam lingkup sekolah, regionalisasi harus diperketat. Sehingga jarak rumah setiap anak dari sekolahnya tidak berjauhan dan mereka pun tidak butuh waktu tempuh yang lama atau menambah kepadatan lalu lintas.



sumber: Kabar24.com

Share entrepreneurship

Telah di Baca 776 kali