ABK Butuh Kecakapan Hidup Mandiri

Telah di Baca 1813 kali

Dr. Mudjito AK, M.Si Direktur Pembinaan PK-LK Dikdas

Dr. Mudjito AK, M.Si
Direktur Pembinaan PK-LK Dikdas

Dr. Mudjito AK, M.Si
Direktur Pembinaan PK-LK Dikdas

Bandung (tatasumitra.com): Pengembangan kurikulum pada sekolah pendidikan khusus dan layanan khusus dikelompokkan menjadi tiga. Pertama, kemampuan dasar baca, tulis, dan hitung.  Ini sama dengan sekolah umum lainnya. Kedua, konservatori. Konservatori untuk membantu karena sifat kespesialan dan kekhususan mereka. Ketiga, berhubungan dengan kecakapan hidup. Pada poin ketiga inilah kurikulum dititikberatkan.

Ada anak-anak berkebutuhan khusus yang tidak mengalami hambatan intelektual. Tapi ada juga  anak-anak yang berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan intelektual. Bagi mereka, inilah hal penting dalam menyiapkan kecakapan hidup mandiri. Supaya setelah tamat,  mereka bisa lebih mandiri, mengurus diri sendiri, berkomunikasi dengan orang lain, dan mempunyai kecakapan kewirausahaan.

Kewirausahaan lebih ditekankan. Sebab bekerja di pabrik atau sektor sektor lain, bagi mereka, akan mengalami hambatan kompetitif. Kalau mereka punya kecakapan mandiri tetapi tidak bisa masuk ke sektor tersebut, mereka bisa mandiri dengan kecakapan mandiri.

Tema kewirausahaan ini baru dua tahun ini dijalankan. Sekarang memasuki tahun kedua. Makin hari makin berkembang. Sekarang kita siapkan anak-anak,  guru-guru, dan perangkat pembelajarannya.* (Tata Sumitra)

Repro: www.dikdas.kemdikbud.go.id

Share entrepreneurship

Telah di Baca 1813 kali