program Double-Degree Indonesia Perancis (DDIP) untuk program Magister dan Doktor

Telah di Baca 1459 kali

Sebagai lembaga penyelenggara pendidikan tinggi, perguruan tinggi mempunyai peran dan fungsi yang strategis dalam mewujudkan undang undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sesuai dengan Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dosen yang “eligible” mengajar di perguruan tinggi minimal harus berkualifikasi S2– Magister.

Terkait dengan hal tersebut diatas, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam hal ini Direktorat Ketenagaan, mengajak empat universitas terkemuka yaitu Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Udayana sebagai perguruan tinggi penyelenggara program Double Degree Indonesia Perancis
(DDIP) untuk jenjang Magister dan Doktor. Program Studi yang dibuka adalah pada jenjang Magister dan Doktor, adalah rumpun ilmu teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, ilmu pertanian, manajemen dan kajian pariwisata. Dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan DIKTI, Kedutaan Besar Perancis di Indonesia yang diwakili oleh atase pendidikannya, menyatakan kesediaannya untuk membantu DIKTI memenuhi tuntutan Undang-Undang dalam kaitannya dengan pemenuhan kualifikasi minimum dosen. Hubungan Indonesia-Perancis telah dikukuhkan dalam bentuk perjanjian kerja sama Kebudayaan dan Teknik sejak tahun 1969. Sejak saat itu pemerintah Indonesia-Perancis selalu ingin meningkatkan hubungan bilateral ini. Salah satu bidang kerjasama yang layak untuk ditingkatkan adalah kerjasama dalam bidang pendidikan. Dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di segala bidang, khususnya mutu pendidikan, tidak cukup hanya menempuh studi S1 di Indonesia, namun diperlukan studi lanjutan diantaranya menempuh studi S2 dan S3 di negara maju, seperti Perancis dengan sistem dan mutu pendidikan berkualitas tinggi.
Banyak dosen di berbagai perguruan tinggi Indonesia yang merupakan lulusan S2 dan S3 kampus terkemuka di Perancis baik dengan beasiswa pemerintah Perancis maupun beasiswa pemerintah Indonesia. Beberapa dosen alumni Perancis ini masih terus menjalin dan mengembangkan kerjasama pendidikan khususnya program Double Degree Master (S2) dan Doktor (S3). Melihat potensi ini, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi dan Kedutaan Perancis berinisiatif untuk mengembangkannya menjadi suatu program nasional berbentuk kemitraan dan dengan melibatkan banyak perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan maupun Perancis. Setelah tim Ditjen DIKTI dan pihak kedutaan Perancis mengadakan beberapa kali pertemuan pada akhirnya Duta Besar Perancis SEM. Philippe Zeller dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Profesor Fasli Djalal bersepakat untuk menandatangani perjanjian “Arrangement” mengenai program Double Degree Magister dan Doktor pada tanggal 11 Mei 2009 di Gedung A Kementerian Pendidikan Nasional dengan disaksikan oleh Menteri Pendidikan Profesor Bambang Soedibyo. Perjanjian ini meliputi bidang engineering, water management, agriculture, information & communication technologies, natural sciences, biotechnology, environment, risk & disaster management, energy, nano technology, genome, transportation; urban planning and public infrastructure; public administration and law; economics, business, human and social sciences, art-culture & tourism, fashion & design. Kedua negara akan melakukan promosi dan sosialisasi program kerjasama di masing-masing negara. Bagi dosen Indonesia pemerintah Perancis akan menanggung tuition fee, health insurance, visa, pendidikan bahasa Perancis sampai mencapai level 4 atau B2, mendatangkan professor dari Perancis untuk melakukan proses seleksi dan memberikan bantuan informasi yang mencakup sistem pendidikan dan berbagai informasi terkait dengan kehidupan di Perancis. Sedangkan bagi dosen Indonesia yang melanjutkan pendidikan tahun kedua di Perancis, pemerintah Indonesia hanya
menyediakan biaya hidup dan tiket pesawat. Untuk menghasilkan tenaga akademik dengan kualifikasi sesuai undang-undang, maka Direktorat Ketenagaan di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi secara lebih konkrit memanfaatkan perjanjian yang telah disepakati tersebut dengan membuat program pendidikan Magister dan Doktor dengan skema program Double Degree dan mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk menggalang kerjasama dengan mitra perguruan tinggi di Perancis. Buku pedoman ini disusun secara seksama dalam rangka peningkatan jenjang pendidikan dan kualitas Sumber Daya Manusia di seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang menjadi tanggung jawab Direktorat Ketenagaan di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

selengkpnya klik di sini : program Double-Degree Indonesia Perancis
(DDIP) untuk program Magister dan Doktor
SKIP AD

Share entrepreneurship

Telah di Baca 1459 kali

Ditulis oleh ttsumitra dan

Komentar di non-aktifkan.

Wisuda Ke 10 STMIK Muhammadiyah Jakarta